Home / Elektronika / Memilih Ukuran Lampu LED Untuk Ruangan Agar Hemat Listrik
Memilih lampu LED hemat listrik

Memilih Ukuran Lampu LED Untuk Ruangan Agar Hemat Listrik

Cara memilih ukuran daya lampu LED yang hemat listrik untuk ruang tamu, kamar mandi, kamar tidur maupun teras dan dapur harus disesuaikan dengan luas area agar cahaya yang dihasilkan bisa maksimal.

Terangnya cahaya yang dihasilkan oleh lampu led di ukur dengan satuan lumen. Semakin besar nilai lumen watt maka akan memiliki sinar yang terang dan tentunya harganya juga semakin mahal.

Berikut adalah ukuran daya lampu led yang paling banyak dijual dipasaran berdasarkan satuan watt dan lumen.

  • Lampu LED 1 watt – 100 lumen
  • Lampu LED 2 watt – 200 lumen
  • LED 3 watt – 300 lumen
  • LED 7 watt – 600 lumen

Sedangkan untuk jenis lampu neon, meskipun daya (watt) nya besar namun terangnya cahaya (lumen) terhitung masih sangat kecil. Berikut adalah perbandingannya: Watt (w) : Ligth Output/lumen (lm)

  • Neon 5 watt – 235 lumen
  • Neon 8 watt – 430 lumen
  • 11 watt – 620 lumen
  • 14 watt – 810 lumen

Melihat dari perbandingan di atas, maka sudah jelas bahwa lampu jenis LED akan memberikan sinar lebih terang dengan konsumsi daya listrik yang relative lebih irit dibanding dengan jenis lampu neon.

Kelebihan dan kekurangan lampu LED dibanding jenis lampu pijar dan neon

Dari segi konsumsi listrik sudah jelas teknologi LED lebih hemat, selain itu ada beberapa kelebihan lainnya yang patut untuk diketahui agar pembaca lebih yakin untuk memilih lampu LED sebagai penerangan ruangan dirumah.

#1 Kualitas cahaya lebih terang

Pada lampu jenis neon akan memberikan cahaya terang secara maksimal ketika gas neon yang ada didalam lampu masih optimal biasanya untuk 4 sampai 5 bulan pertama bahkan ada yang lebih singkat untuk merek murahan.

Pada lampu LED tidak berlaku hal ini, cahaya yang dihasilkan tidak akan mengalami penurunan dan warna yang dibiaskan adalah netral.

#2 Tidak menimbulkan panas

Lampu LED bisa dibilang akan terus adem karena tidak menimbulkan panas sama sekali bahkan ketika disentuh saat menyala.

Berbeda jenis neon atau lampu pijar, dengan ukuran 5 watt saja akan menghasilkan panas yang tinggi. Untuk ruangan yang sempit, tentunya menjadi sangat tidak nyaman apabila ingin dipasang neon yang terang.

#3 Material kuat

Lampu neon dan pijar pada umumnya selalu menggunakan material kaca yang mudah pecah. Sedangkan jenis LED memakai bahan plastik dan metal sehingga akan tahan dari guncangan bahkan benturan.

#4 Durasinya cukup panjang

Berdasarkan klaim berbagai produk,  umur lampu LED rata-rata 15.000  sampai 50.000  jam atau 2 sampai 6x umur lampu neon dan pijar. Bisa dibilang sangat awet bukan?

Kelemahan lampu LED hanya pada harga yang saat ini masih terbilang cukup mahal.

Harga bohlam lampu LED Philips 9.5watt (Rp 85.000,-) itu sekitar 2.5 kali dari bohlam Philips Neon 15w (Rp 37.000,-) Itu pun waktu diskon LED nya.

Secara hitungan harga, dengan beli 1 bohlam LED (Rp. 85.000,-) untuk 3 tahun dibanding pengeluaran 3 bohlam Neon (3 x 37.000 = Rp 117.000,-). Jadi bisa hemat Rp 32.000,- / lampu / 3 tahun.

Ukuran lampu LED yang tepat untuk ruangan kamar dan lainnya

Menentukan berapa watt lampu LED yang tepat untuk bisa menerangi ukuran ruangan maka bisa mengacu pada perbandingan dibawah ini.

Dengan asumsi bahwa terangnya cahaya yang dihasilkan sudah cukup memenuhi syarat untuk digunakan atau dapat diterima oleh mata ketika sedang membaca.

Untuk ruangan berukuran panjang 3 meter lebar 3 meter dan tinggi 3 meter artinya volume 27m kubik maka minimal adalah memerlukan cahaya sebesar 500 lumen.

Jadi jika dikonversikan ke satuan watt maka diperlukan ukuran lampu LED minimal 5watt.

Simak juga ulasan tentang cara memperbaiki kipas angin berputar lambat serta artikel menarik tentang cara memperbaiki remot TV yang tidak berfungsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *